Social Network Analisis
First Media Age & Second Media Age
Istilah media pertama kali dikemukakan oleh Marshall McLuhan dalam Electronic Revolution Effects of New Media. McLuhan berpendapat bahwa revolusi elektronik yang terjadi di Amerika Serikat pada dekade 1950-an telah memberikan dampak yang sangat besar. Hal ini terjadi karena bergesernya era media dengan teknologi cetak ke era media berteknologi elektronik (Holmes, 2009:684). McLuhan menggunakan istilah global village yang merujuk pada bentuk baru organisasi yang tidak dapat dihindari sebagai sebuah media elektronik instan yang menyatukan seluruh dunia ke dalam sebuah sistem masyarakat sosial, politik, serta budaya yang besar.
Kendati demikian, kehadiran internet sebagai media komunikasi yang dimulai pada pertengahan tahun 1990-an telah memunculkan pemikiran baru tentang era media elektronik kedua yang didasari oleh interaktifitas. Mark Poster mempublikasikan sebuah buku yang berjudul The Second Media Age, buku ini menggambarkan periode baru dimana teknologi interaktif dan komunikasi jaringan, khususnya internet, akan merubah masyarakat. Gagasan era media kedua yang dikembangkan sejak 1980-an menandakan adanya perubahan-perubahan penting dalam teori media (Littlejohn & Foss, 2008:291). Salah satunya adalah hilangnya konsep media dari komunikasi massa ke dalam beragam bentuk media yang berjenjang dan sangat luas ke media personal.
Fist media age dan second media age memiliki beberapa perbedaan dalam penyebaran informasinya, yaitu:
First media age: Terpusat, komunikasi satu arah, cenderung dikontrol negara, khalayak terfragmentasi dan dibentuk sebagai massa, dan mempengaruhi kesadaran.
Second media age: Tidak terpusat, komunikasi dua arah, menghindari kontrol negara, demokratisasi, dan khalayak lebih individualis.

Komentar
Posting Komentar